Students: Ditch Google Docs, and use Office Online for your projects for a happier life

Twenty First Tech (outdated)

Project Work is something very unfortunate that all Junior College students will have to deal with. Last week, a teacher warned her class on the use of Google Docs, speaking of how it would destroy hours of painstaking formatting when converted into a Word document. Everyone just heeded the warning as an inevitable reality of life: That is what happens when you want to collaborate online.

Only it’s not.

You use Microsoft Office for your offline work. But when it comes to projects and online collaborations, you (reluctantly) switch to Google Docs, in favour of the real time collaboration that it offers. Google Docs was never the preferred option; it was just something that people saw as necessary for online work.

View original post 755 more words

UAS Praktikum OOP Kelas IF4B

Source Code I – Bahasa C++

class A{
   float a;
   int b;

pubic:
   A(int bb){};
   ~A(){};
   void setA(float a){};
   int getB(){};
};
  1. Dari kutipan Source Code I, pernyataan berikut yang benar adalah?
    a. Benar jika pada baris 4 diberikan perintah A().
    b. Atribut a dan b mempunyai visibilitas private.
    c. Pada kelas A, geter cukup dibuat sebagai prosedur tanpa nilai balikan dan tanpa parameter.

    Jawaban :
    B. Pada bahasa C++, jika kita tidak menuliskan visibilitas suatu atribut, maka otomatis atribut tersebut memiliki visibilitas private.
    Pilihan A salah, karena konstruktor
    A() harus memiliki visibilitas public.
    Pilihan C salah, karena geter dibuat sebagai fungsi dan memiliki nilai balikan.

  2. Dari kutipan source code I, pernyataan berikut yang benar adalah?
    a. setA() berkaitan dengan siklus hidup objek yaitu fase inisialisasi.
    b. ~A() berkaitan dengan proses pengalokasian objek di memori komputer.
    c. Semua jawaban salah.

    Jawaban :
    C. Semua jawaban salah karena :
    Pada pilihan A,
    setA() berkaitan dengan siklus hidup objek fase manipulasi, bukan inisialisasi, dan
    pilihan B,
    ~A() berkaitan dengan proses dealokasi objek, bukan pengalokasian.

  3. Dari kutipan source code I, pernyataan berikut yang benar adalah?
    a. Jika ditambahkan method A(){} maka terjadi fenomena overriding.
    b. Untuk memberi nilai atribut float a, pada method setA() kita dapat menambahkan perintah this->a = a;.
    c. Tidak bisa dilakukan overloading karena tidak ada inheritance.

    Jawaban :
    B, sudah jelas.
    Pilihan A, jika ditambahkan method
    A(){} maka yang terjadi adalah fenomena overloading.
    Pilihan C, overloading tetap bisa dilakukan.

Source Code II – Bahasa C++

class X{
protected:
   int x1;
public:
   int x2;
   X(){ cout<<”X hidup ”; };
   ~X(){ cout<<”X mati ”; };
};
class Y:public X{
public:
   Y(){ cout<<”Y hidup ”; };
   ~Y(){ cout<<”Y mati ”;};
   void tampilX1(){ cout<<x1; };
   void tampilX2(){ cout<<x2; };
};
int main(){

   Y *myY1;
   myY1 = new Y;
   delete myY1;
   return 0;
}
  1. Perhatikan Source Code II. Pernyataan berikut yang benar adalah?
    1. Jika perintah baris 2 diganti private, maka baris 13 dan 14 keduanya error.
    2. Jika pada baris 17 ditambahkan perintah X myX;, maka mengaktifkan Y() dahulu baru kemudian X().
    3. Perintah pada baris 19 menghasilkan output : “X hidup Y hidup “.

    Jawaban :
    C. Ketika konstruktor anak dijalankan, konstruktor induk akan diaktifkan terlebih dahulu.
    Pilihan A, hanya baris 13 yang error.
    Pilihan B terbalik karena konstruktor induk
    X() yang aktif terlebih dahulu..

  2. Perhatikan Source Code II. Pernyataan berikut yang benar adalah?
    1. Penghancuran objek anak tidak berakibat destruktor kelas induk aktif.
    2. Perintah baris 20 akan menghasilkan output : “X mati Y mati “.
    3. Semua jawaban salah.

    Jawaban :
    C. Semua jawaban salah karena :
    Pilihan A, jika objek anak dihancurkan, destruktor kelas induk akan ikut aktif.
    Pilihan B, outputnya adalah : “
    Y mati X mati “. Dimana destruktor anak yang aktif terlebih dahulu.

Source Code III – Bahasa Java

class Aku{
   int x;
   static int y;
   static void galau(){};
};
abstract class Kamu{

};
public class Dia{
   static void main(String args[]){
     Aku akuRapopo = new Aku();

   }
}
  1. Perhatikan Source Code III, maka pernyataan yang salah adalah?
    1. Pada baris 12 dapat ditambahkan perintah akuRapopo.galau();.
    2. Penambahan perintah akuRapopo.x = 1; pada baris 12 tidak akan menyalahi aturan OOP di bahasa Java.
    3. Semua jawaban benar.

    Jawaban :
    Mari kita tinjau jawabannya satu per satu.
    Pilihan A benar. Pada baris 12 dapat ditambahkan perintah
    akuRapopo.galau();.
    Pilihan B benar. Penambahan perintah
    akuRapopo.x = 1; pada baris 12 tidak akan menyalahi aturan OOP di bahasa Java. Referensi : http://docs.oracle.com/javase/tutorial/java/javaOO/accesscontrol.html

    Pilihan C benar, karena semua jawaban benar.
    Jadi nomor 6 bonus 🙂

  2. Perhatikan Source Code III, maka pernyataan yang benar adalah?
    1. Source code tersebut harus disimpan dengan nama file Aku.java.
    2. Pada bahasa Java terdapat Garbage Collection sehingga bahasa Java tidak mengenal konstruktor.
    3. Kamu tidak dapat digunakan untuk instansiasi objek.

    Jawaban :
    C. Kamu adalah kelas Abstract dan tidak dapat diinstansiasi.
    Pilihan A salah, karena seharusnya disimpan dengan nama file Dia.java
    Pilihan C salah, karena Garbage Collection menggantikan fungsi destruktor.

  3. Perhatikan Source Code III, maka pernyataan yang benar adalah?
    1. Pada baris 7, penambahan abstract void cobaKamu(){ System.out.print
      (“Oke”); };
      adalah benar.
    2. Pada baris 13 dapat ditambahkan perintah Kamu kamuJahat = new Kamu();
    3. Semua jawaban salah.

    Jawaban :
    C
    . Semua jawaban saah karena :
    Pilihan A salah, karena method abstract haruslah kosong tanpa definisi.
    Pilihan B salah, karena kelas abstract
    Kamu tidak dapat diinstansiasi.

Source Code IV – Bahasa Java

public class Main{
   static void main(String args[]){
     int i = 0;
     int j = 0;
     int x = 0;
     for(i=0; i<10; i++){
         for(j=i; j<10; j++){
           x++;
         }
         x--;
     }
     System.out.println(x);
   }
}
  1. Output dari Source Code IV adalah _45_. Sudah jelas 🙂

Ayo Belajar Bareng di Microsoft Virtual Academy!!!

Halo, guys! Gue mau nanya nih, menurut kalian, ilmu yang diberikan dosen di kuliah tuh cukup atau lebih? Atau malah kurang atau sangat kurang? 😀 Rata-rata, mereka yang gue tanyain kayak gitu, jawabannya adalah “kurang”. Kalian juga jawab kurang gak? hehe

Jadi gimana dong biar kita gak kekurangan ilmu? Sedangkan di luar sana, teknologi-teknologi lagi cepet-cepetnya berkembang. Mengikuti online course adalah solusinya! 😀

Microsoft Virtual Academy adalah online course yang dibuat oleh Microsoft yang memberikan kursus tentang teknologi-teknologi Microsoft, seperti Windows 8, Windows Phone 8, bahasa C#, HTML5, dan lain-lain. Setiap menyelesaikan course, kita akan diberikan certificate dengan nama kita yang bisa kita taruh di CV kita 🙂

Setiap course terdiri dari beberapa module yang berisi video penjelasan oleh ahli yang dipilih oleh Microsoft, slide materi penjelasan, bahkan source code! Dan yang paling penting, kita bisa mengikuti semua course nya secara GRATIS! 🙂

Saat ini, saya memiliki misi untuk mengajak orang-orang sebanyak mungkin untuk tergabung dan belajar bersama di Microsoft Virtual Academy ini! Ayo segera join kami dan belajar bareng! 😀

Langsung aja buka linknya : http://www.microsoftvirtualacademy.com/ dan Sign In pake akun Microsoft atau SIgn Up Now! buat yang belum ada akun Micrososft. Setelah masuk MVA, isi sedikit data registrasi MVA juga. Selanjutnya, pilih mau course apa.

Contoh Sertifikat MVA

Kalo pengen belajar Pemrograman Dasar pake Bahasa C#, pilih topik courses C#/XAML, lalu pilih “C# Fundamentals for Absolute Beginners” atau bisa langsung klik : http://www.microsoftvirtualacademy.com/training-courses/c-fundamentals-for-absolute-beginners

Kalo pengen belajar buat web pake HTML5, pilih topik courses HTML5, lalu pilih “HTML5 & CSS3 Fundamentals: Development for Absolute Beginners” atau bisa langsung klik : http://www.microsoftvirtualacademy.com/training-courses/html5-css3-fundamentals-development-for-absolute-beginners

Untuk course yang diikutin, selesaiin minimal 3 modul yaaa, lalu screenshoot kayak ini sebagai buktinya :

Screenshoot selesai 3 modules

Screenshootnya dikirim ke chat facebook saya yaaa, sama data ini:
Nama :
NIM :
Email untuk login MVA :
No Hape : (untuk yang beruntung, akan dapet pulsa gratis 🙂 )
Screenshoot :

Tunggu apalagi, ayo belajar di Microsoft Virtual Academy! 😀

Terima kasih. Arigatou. Kamsa hamida 🙂
Selamat belajar 😀

Visual Studio + PhoneGap + jQuery Mobile = Awesome Windows Phone Apps (Part I)

Windows Phone 8 adalah salah satu dari sekian banyak Sistem Operasi mobile yang sudah ada saat ini. Dengan tampilan Metro UI nya, Windows Phone 8 memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sistem operasi seperti iOS dan Android. Windows Phone 8 juga memberikan support yang lebih baik kepada para developer untuk mengembangkan aplikasi untuk Windows Phone. Dengan Visual Studio, kita bisa mengembangkan aplikasi Windows Phone 8 menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic, Visual C#, Visual C++, dan HTML5. Selain itu, terdapat juga forum khusus developer Windows Phone dan Nokia yaitu http://dvlup.com/ dimana terdapat challenge yang bakalan memberikan developer hadiah-hadiah yang menarik termasuk hadiah berupa hape Windows Phone! Untuk jadi publisher Windows Phone pun biayanya murah, cuma Rp 250.000,- an. Itupun langsung bisa jadi publisher apps Windows 8 juga. Intinya, Microsoft sangat mendukung developer untuk mengembangkan appsnya di platform Windows Phone 8 dan Windows 8!

Pada blog post kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana membuat aplikasi Windows Phone 8 dengan menggunakan platform PhoneGap. PhoneGap adalah sebuah framework berbasis HTML5 yang memungkinkan developer (khususnya developer web) untuk membuat apps dengan menggunakan HTML5, CSS, dan JavaScript yang kemudian apps itu bisa ditargetkan ke banyak platform sekaligus. Jadi, kita bisa membuat apps untuk berbagai platform hanya dalam sekali koding.

Berikut tutorialnya…

Continue reading “Visual Studio + PhoneGap + jQuery Mobile = Awesome Windows Phone Apps (Part I)”

Let’s Become a Microsoft Student Partner!

Let’s become a Microsoft Student Partner!

Program Microsoft Student Partner (MSP) adalah penghargaan tahunan yang diberikan kepada mahasiswa yang telah memberikan kontribusi lebih untuk komunitas teknologi di kampusnya. Penghargaan ini diberikan kepada mahasiswa yang paling berbakat karena dedikasi, semangat dan kerjasamanya dengan Microsoft. MSP merupakan mahasiswa aktif dari universitas/politeknik/sekolah tinggi IT dari berbagai kampus di dunia.

MSP akan ditantang untuk menggunakan antusiasme dan pengetahuan dalam memimpin diskusi teknologi di kampus mereka. MSP akan mendemokan teknologi terbaru dan terbaik, mengorganisir acara secara kolaboratif, dan membangun relasi dengan mahasiswa dan fakultas lain untuk menginspirasi mereka untuk membuat karya teknologi yang canggih dan bermanfaat.

Mission

1. Mengembangkan keahlian dan pengetahuan teknologi melalui pelatihan internal dan belajar mandiri.
2. Membangun ekosistem teknologi Microsoft di kampus-kampus Indonesia melalui pengadaan acara workshop, seminar, pelatihan online, maupun hackaton.
3. Mempermudah aksesibilitas teknologi terbaru di kalangan akademik melalui sosialisasi program DreamSpark dan DreamSpark Premium.
4. Meningkatkan semangat mahasiswa Indonesia dalam berkompetisi melalui sosialisasi Imagine Cup.

How to Apply :

  1. Buka microsoftstudentpartners.com
  2. Pada Choose a Country, pilih Indonesia lalu klik Learn More.
  3. Selanjutnya klik Apply Now!
  4. Isi form aplikasinya dengan baik dan benar.
  5. Klik Submit.
  6. Like facebook page MSP Worldwide dan MSP Indonesia lalu share juga ke teman-teman kamu yang lain.
  7. Selanjutnya tinggal tunggu email pemberitahuan bahwa kamu lolos ke tahap selanjutnya!

Good luck! 🙂

Sumber : https://www.facebook.com/MSP.Indonesia/info

Visual Studio Simulator untuk Testing Apps Windows 8 Kita

Visual Studio Simulator adalah aplikasi desktop yang dapat mensimulasikan aplikasi Windows 8 kita. Dengan aplikasi ini, kita dapat menjalankan aplikasi Windows 8 dan mensimulasikan skenario-skenario yang akan dikerjakan oleh apps kita, seperti sentuhan maupun rotasi. Kita juga dapat memilih ukuran dan resolusi layar untuk disimulasikan, geo-location coordinates sebagai inputan user, bahkan simulasi network connection.

Visual Studio Simulator menyediakan environment dimana kita dapat merancang, mengembangkan, debug, dan mengetes aplikasi Windows 8 kita.

Set the simulator as the target

Untuk menjalankan apps Windows 8 kita di simulator, pilih Simulator pada list drop-down pada tombol Start Debugging di toolbar Standard.

Running in the Simulator

vs_simulator1
Indonesian Animals Puzzle pada Visual Studio Simulator

Continue reading “Visual Studio Simulator untuk Testing Apps Windows 8 Kita”

Indonesian Animals Puzzle : Ayo Kenali Satwa Langka Indonesia

Indonesia, sebagai Zamrud Khatulistiwa, sangat terkenal di dunia dengan kekayaan alamnya yang sangat berlimpah. Kekayaan hayati yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara, dengan jumlah fauna yang melebihi 5.000 jenis, jumlah flora yang mencapai 40.000 jenis. Belum lagi kita hitung sumber daya alamnya. Sungguh, negeri ini sangat, sangat kaya.

Indonesian Animals Puzzle adalah game yang akan membawa kekayaan fauna Indonesia ke layar monitor komputer kita. Kita akan diajak untuk keliling Indonesia sambil bermain puzzle hewan-hewan langka Indonesia.

Game ini ditujukan anak-anak Indonesia agar mereka dapat mengenali dan mencintai hewan langka Indonesia sedari dini. Jika kita semua dapat mencintai hewan-hewan Indonesia, maka kepunahan hewan-hewan langka tersebut dapat kita hindari. Dan kekayaan alam Indonesia dapat terus kita jaga dan lestarikan.

1 Continue reading “Indonesian Animals Puzzle : Ayo Kenali Satwa Langka Indonesia”

Mengupload Aplikasi ke Windows Store

Akhirnya! Sampailah juga kita pada tahap terakhir dari tutorial kali ini yaitu mengupload aplikasi ke store. Tahap ini merupakan yang paling mengesankan, mengetahui bahwa aplikasi kita nanti akan dilihat dan digunakan oleh banyak orang. Namun kita harus memastikan bahwa aplikasi kita sudah benar-benar layak dan siap untuk memastikan bahwa aplikasi kita lolos sertifikasi dan quality assurance di Windows Store.
Langkah 1 : Reservasi Nama Aplikasi
Sebelum file aplikasi kita upload, sebelumnya kita diperlukan untuk mereservasi nama aplikasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa nama aplikasi yang kita inginkan belum digunakan oleh orang lain.
  1. Buka halaman Dashboard pada akun Windows Store.
  2. Pada bagian kiri layar klik submit an app lalu kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini.